WELCOME

Cari semua yang kamu mau

Kamis, 10 Juli 2008

"jiwa Nasionalisme" Masih Adakah Dalam Diri KIta ?

Indonesia, ya kata ini tidak asing lagi di telinga kita dan orang - orang di bumi belahan lain, jika kita mendengar kata ini pasti yang ada di benak kita adalah sebuah negara yang yang besar, mempunyai lebih dari seribu pulau atau yang lebih dikenal sebagi negara Archipelago dengan keindahan alamnya.Bukan hanya sumber daya alam saja yang telah mendunia tetapi juga sumber daya manusianya.

Betapa tidak, banyak tunas - tunas bangsa yang telah bembidik dan mengharumkan nama bangsa dengan mengikuti perlombaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Semua itu tidak terlepas dari Jiwa Nasionalisme mereka dan tentunya juga didorong rasa semangat Kebangkitan Nasional.

Dengan semangat kebangkitan Nasional sepatutnya kita junjung tinggi negara kita dengan semua bakat yang kita miliki kita harus percaya semua orang pasti mempunyai bakat baik di bidang olahraga, kreasi seni dan bidang apapun itu sepatutnya kita salurkan.
Setelah Hari Kebangkitan Nasional, sebentar lagi kita akan menyambut gembira Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebangkitan Nasional dan HUT NKRI jangan hanya dijadikan sebagai momentum untuk bersenag - senang sesaat saja, tetapi bagaimana cara kita mengisi Hari Kebagkitan Nasional dan HUT NKRI.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi HUT NKRI, yang terpenting adalah kita pupuk dahulu jiwa kita dengan Jiwa Nasionalisme. Berbicara mengenai Jiwa Nasionalism tentunya tidak terlepas dari kesintaan kita terhadap negara, tetapi masih adakah Jiwa Nasionalisme dalam diri kita ?
Bisa dibilang sudah banyak hal - hal memudarnya rasa Nasionalisme kita, berikut adalah pendapat saya mengenai "Jiwa Nasionalisme".

Di Kepri (Kepulauan Riau) kita semua tahu Negara Republik Indinesia bermata uang Rupiah, tetapi tidak untuk daerah Kepri yang tepatnya di kota Batam (Ibukota Kepri), disana digunakan mata uang Dollar Singapore. Apakah ini pertanda bahwa Jiwa Nasionalisme kita mulai memudar.

Lain hal di Batam lain pula di Kalimantan. Indonesia adalah negara Zamrud Katulistiwa, namun kenyataannya tidak seindah julukannya, Kalimantan yang dulu kaya akan sumberdaya kayunya sekarang kaya akan gurun pasirnya. Pasalnya orang - orang disana dibutakan matanya oleh uang milik para Cukong-cukong kayu ilegal, demi uang mereka rela menebangi hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air akibatnya jika hujan deras datang tanah didak dapat menahan banyaknya air karena fungsi hutan sudah tidak ada.

Hutan di pegunungan ibarat seorang ibu dan daerah dibawahnya adalah seorang anak, berarti jika fungsi hutan dipegunungan sebagai penghasil air yang mengairi daerah jauh dari hulu seperti daerah persawahan, maka jika hutan itu sudah hilang maka dari mana air dapat di hasilkan. oleh karenanya sekarang banyak jutaan hektare sawah yang kekeringan padahal musim kemarau belum tiba.
Lagi-lagi faktor kemiskinan menjadi dalih dari semua perkara yang ada, tetapi semestinya kita harus berpikir kedepan bagaimana nasib anak-cucu kita dimasa depan apakah mereka kelak dapat menghirup udara segar dan pemandangan hijau seperti dahulu yang di hasilkan oleh hutan?

Fungsi hutan di Indonesia sangatlah besar karena Indonesia adalah negara penghasil udara terbesar di dunia atau mendapat sebutan Negara Paru-Paru dunia.
Mungkin masih banyak lagi contoh mengenai pudarnya rasa Nasionalisme, lalu bagaimana cara kita mempertahankan Jiwa Nasionalisme kita? jawabannya ada pada kesadaran kita sendiri.

Semoga wacana ini bermanfaat bagi khalayak yang membaca...........






Tidak ada komentar: